Mempercepat diversifikasi pangan

Luthfy, Riza Multazam (2015) Mempercepat diversifikasi pangan. Bali Post.

[thumbnail of Riza Multazam Luthfy_NewsPaper_Mempercepat Diversifikasi Pangan.pdf] Text
Riza Multazam Luthfy_NewsPaper_Mempercepat Diversifikasi Pangan.pdf

Download (191kB)

Abstract

Beberapa pemerintah daerah, seperti Bandung, Sukabumi, Depok, Purbalingga, dan Lampung Selatan, baru-baru ini meluncurkan program kampanye “one day no rice” (sehari tanpa nasi). Kampanye ini merupakan upaya merubah kultur pangan masyarakat di tengah kondisi produksi beras yang memprihatinkan. Masyarakat dianjurkan untuk membiasakan diri mengonsumsi jagung, ubi, singkong, dan lain sebagainya, sebagai pengganti beras. Sebagaimana diketahui, selama ini, masyarakat terus bergantung kepada beras. Padahal, jika pola konsumsi beras masyarakat tidak segera dikurangi, negeri ini akan mengalami defisit beras. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik, angka konsumsi beras per kapita 124 Kilogram per tahun atau 28 juta ton per tahun untuk skala nasional. Selama ini, selain dalam lingkup keluarga, konsumsi beras di luar rumah tangga, seperti industri, hotel, restoran, jasa angkutan air, dan jasa kesehatan, juga sangat besar. Dalam optik legal, sebenarnya pemerintah telah mengatur usaha percepatan diversifikasi konsumsi pangan. Perpres No 22 Tahun 2009 menetapkan, pengurangan konsumsi beras sekitar 1,5% per tahun. Sayangnya, model pengembangan pangan pokok lokal (MP3L) yang didesain pemerintah untuk menyubstitusi beras belum maksimal. Tanaman umbi-umbian yang relatif lebih tahan terhadap perubahan iklim daripada tanaman padi belum dikembangkan secara serius (Sibuea, 2015). Padahal, Indonesia memiliki berbagai varian bahan pangan sumber karbohidrat. Terdapat 77 jenis lebih tanaman pangan berupa biji-bijian (serealia) dan umbi-umbian, mulai dari singkong, ubi jalar, jagung, hingga hermada.

Item Type: Article
Creators:
Creators
Email
NIDN
Luthfy, Riza Multazam
rizamultazam@uinsby.ac.id
2109118601
Uncontrolled Keywords: Beras; diversifikasi pangan; kultur masyarakat; kearifan lokal
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180108 Constitutional Law
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180119 Law and Society
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Riza Multazam Luthfy
Date Deposited: 21 Jun 2022 06:53
Last Modified: 21 Jun 2022 06:53
URI: http://repository.uinsby.ac.id/id/eprint/2565

Actions (login required)

View Item
View Item