Model Komunikasi Anggota DPRD dan Konstituennya di Daerah Periode 2014-2019: Studi Kasus Anggota DPRD berpendidikan tinggi dan tidak berpendidikan tinggi di Dapil I dan III Kabupaten Bangkalan

Holilah, Holilah and Muchammad Ismail, MA, Ismail (2021) Model Komunikasi Anggota DPRD dan Konstituennya di Daerah Periode 2014-2019: Studi Kasus Anggota DPRD berpendidikan tinggi dan tidak berpendidikan tinggi di Dapil I dan III Kabupaten Bangkalan. Documentation. LP2M UIN Sunan Ampel Surabaya, Surabaya. (Unpublished)

[thumbnail of Repository_Komunikasi anggota DPRD Bangkalan.pdf] Text
Repository_Komunikasi anggota DPRD Bangkalan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Kegiatan reses yang dilakukan oleh anggota dewan merupakan salah satu medium dalam melakukan komunikasi politik dengan konstituen. Kegiatan reses dilakukan tiga kali dalam satu tahun memiliki tujuan untuk menyerap aspirasi dan menindaklanjuti aspirasi yang masuk dari konstituen. Model komunikasi politik antara anggota dewan dan konstituen menjadi salah satu aspek penting untuk menjaring aspirasi. Tidak bisa dipungkiri kemampuan komunikasi anggota dewan menjadi salah satu indikator utama dalam menjalin komunikasi politik dengan konstituennya. Latar belakang pendidikan bisa menjadi salah satu aspek penting dalam menjalin komunikasi. Sehingga dalam penelitian ini, peneliti mengangkat judul penelitian Model Komunikasi Anggota DPRD dan Konstituennya di Daerah Periode 2014-2019 (Studi kasus Anggota DPRD Berpendidikan Tinggi dan tidak Berpendidikan Tinggi di Dapil I dan III Kabupaten Bangkalan).
Dalam penelitian ini terdapat dua rumusan masalah utama pertama, bagaimana model komunikasi anggota DPRD Kabupaten Bangkalan yang berpendidikan tinggi dengan yang tidak berpendidikan tinggi di daerah pemilihan I dan III, serta apakah ada kendala komunikasi yang melingkupi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi model komunikasi politik yang dilakukan oleh anggota DPRD Bangkalan yang berpendidikan tinggi dan yang tidak berpendidikan tinggi di Dapil I dan Dapil III. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (fild reseach) dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis studi kasus. Informan berjumlah 10 orang terdiri dari anggota DPRD sarjana dan bukan sarjana, masyarakat, tokoh partai, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh perempuan. Dengan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi.
Secara umum, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model komunikasi yang dihasilkan oleh anggota DPRD yang berpendidikan tinggi dengan anggota DPRD yang tidak berpendidikan tinggi tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal reses. Model komunikasi cenderung dua arah pada waktu reses. Anggota DPRD Kabupaten Bangkalan di Dapil I yang merepresentasikan daerah perkotaan, dalam melakukan komunikasi politik cenderung terbuka dan terjadi komunikasi dua arah. Hal ini juga terjadi di Dapil III Kabupaten Bangkalan yang merupakan basis pedesaan. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh anggota DPRD Kabupaten Bangkalan, baik di Dapil I dan di Dapil III ialah minimnya perempuan pada saat reses. Perempuan kurang mendapatkan porsi, dimana mayoritas aspirasi disampaikan oleh laki-laki. Selain itu terdapat beberapa masyarakat yang masih malu untuk menyampaikan pendapatnya ketika reses dilakukan.

Kata Kunci: Model Komunikasi, Daerah Pemilihan, Reses

Item Type: Monograph (Documentation)
Creators:
Creators
Email
NIDN
Holilah, Holilah
holilah@uinsby.ac.id
2018107602
Muchammad Ismail, MA, Ismail
muhammad.ismail@uinsby.ac.id
2003058001
Subjects: 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1606 Political Science > 160699 Political Science not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Politik > Prodi Ilmu Politik
Depositing User: Unnamed user with email holilah@uinsby.ac.id
Date Deposited: 18 Feb 2022 08:46
Last Modified: 18 Feb 2022 08:46
URI: http://repository.uinsby.ac.id/id/eprint/2160

Actions (login required)

View Item
View Item